Menyikapi Takdir Baik Maupun Buruk

Takdir   Takdir……??”

Kata itu mungkin terlintas dalam pikiran kita saat suatu hal telah terjadi di hadapan kita. Dalam pengertianya takdir itu ada dua macam, yaitu takdir berdasarkan Qadha dan Qodar..”

Qadha memiliki beberapa pengertian yaitu hukum, ketetapan, pemerintah, kehendak, pemberitahuan, penciptaan. Menurut istilah Islam, yang dimaksud denganqadha adalah ketetapan Allah sejak zaman Azali sesuai dengan iradah-Nya tentang segala sesuatu yang berkenan dengan makhluk.

Sedangkan Qadar menurut bahasa adalah kepastian, peraturan, ukuran. Adapun menurut Islam qadar adalah perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadap semua makhluk dalam kadar dan berbentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya.

Lantas apakah takdir yang baik maupun yang buruk itu datangnya dari Allah SWT..” Dan bagaimana menyikapinya….?

Takdir itu baik dan buruk tetaplah datangnya dari Allah semata, diriwaykan oleh sahabat Ali, dia berkata: ” waktu kami mengikuti proses pemakaman jenazah di Baqi’ al-Gharqad, lalu datanglah Rasulullah SAW kemudian beliau duduk, maka kamipun duduk di sekitar beliau. Pada waktu itu beliau membawa sebuah tongkat kecil, beliau menundukkan kepalanya sambil memukul-mukulkan tongkatnya (ke tanah), kemudian beliau bersabda: “tidak ada seorangpun diantara kalian, dan tidak ada satu jiwapun melainkan Allah telah menetapkan tempatnya di surga atau neraka, maka telah ditetapkan apakah dia orang yang berbahagia ataupun orang yang sengsara. ( HR. Bukhari )

Dari hadits diatas dapat kita telaah bahwa takdir semua itu dari yang baik ataupun yang buruk datangnya dari Allah SWT. Kita sebagaimana manusia seharusnya dapat menyukuri dari apa yang telah Allah tetapkan.

Lantas apakah takdir itu dapat di ubah…?

Allah pun berfirman dalam surat al-Anfal ayat 53:

” Yang demikian itu adalah karena susungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apayang ada pada diri mereka sendiri”.

Jadi jelas bahwa Allah lah yang memberi ketetapan kepada makhluk tapi tetaplah makhluk juga yang harus mengubahnya, yaitu dengan cara berdo’a dan berusaha supaya apa yang menjadi keinginan dan tujuannya tercapai dengan ridho ilahi tentunya..”

Semua serangkaian peristiwa, kejadian, nikmat, musibah, hidup dan mati telah terprogram di server raksasa Lauh Al-Mahfudz dari mulai awal zaman sampai akhir zaman serta hari kiamat..?

Semoga artikel yang sedikit ini mampu membuka pikiran kita, untuk selalu menyukuri apa yang telah di tetapkan oleh Allah SWT serta tidak iri dengki maupun merasa bahwa kita hanya di beri nikmat yang sedikit, akan tetapi kita harus selalu ingat pada-Nya, sehingga kita dapat menjadi orang-orang yang bahagia dunia dan akhirat, Amiiiin…”

*jangan lupa komentarnya ya…”

  

Posted on 13 Juli 2012, in Rohani. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Menyikapi Takdir Baik Maupun Buruk.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: