Hukum Aqiqoh dan Udhiyah Jika Bertepatan Waktunya

Aqiqoh adalah ibadah yang sunnah muakadah sebagaimana kesepakatan para jumhur ulama. Yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Alloh  atas kelahiran seorang anak.

Begitu halnya dengan ibadah udhiyah, yang telah disepakati oleh para ulama tentang hukumnya yang sunnah muakad. Dengan melihat kedua sifat yang sama dari 2 ibadah tersebut yaitu berupa ibadah dengan cara menyembelih hewan.

Kemudian timbul pertanyaan bagaimanakah jika kedua ibadah tersebut dikerjakan dalam satu waktu dengan hewan sembelihan yang sama? Bolehkah dan  sahkah ibadah yang dilakukan..?

Dalam hal ini disebutkan dalam kitab Manarus sabil bahwa apabila waktu aqiqoh dan udhiyah bertepatan waktunya dalam satu waktu maka salah satu dari keduanya mewakili yang lain. Sebagaimana jika hari ied bertepatan dengan hari jum’at, maka seseorang dapat mandi untuk salah satu dari keduanya. (Manarus sabil: 360)

Permasalahan ini termasuk dalam pembahasan kaidah ushul fiqh yang berbunyi “jika 2 ibadah dari 1 jenis yang pelaksanaannya saling tadakhul itu bertepatan dalam satu waktu. Maka cukup mengerjakan salah satu dari keduanya saja. Jika yang dimaksudkan satu” Disebutkan pula oleh sebagian Hanabilah, “jika hari nahr dan aqiqoh bertepatan waktunya. Maka dimungkinkan mencukupkan satu sembelihan (mewakili) yang lainnya.”

(Sayid sabiq, 3/328)

Semoga Yang Sedikit Ini Dapat Bermanfaat Ya..?

Posted on 18 Agustus 2012, in Aqiqah. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Hukum Aqiqoh dan Udhiyah Jika Bertepatan Waktunya.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: